Tony Fernandes Angkat Bicara Soal Keuangan yang Sedang Dihadapi AriAsia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tony Fernandes menegaskan AirAsia memiliki likuiditas kuat meski menghadapi lonjakan harga avtur akibat konflik Iran-AS. Maskapai sedang menyiapkan pendanaan lebih dari US$1 miliar (Rp17,5 triliun) untuk pembiayaan kembali utang yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 atau Januari 2027. Fernandes menilai situasi saat ini lebih baik dibanding masa pandemi karena permintaan penerbangan tetap tinggi.
Namun, tekanan finansial tetap nyata dengan rugi bersih kuartal II-2026 mencapai 830,5 juta ringgit (Rp3,59 triliun). Biaya bahan bakar melonjak 66% menjadi US$183 per barel tanpa adanya lindung nilai (hedging). Per 30 Juni 2026, kewajiban lancar maskapai mencapai 18,4 miliar ringgit (Rp79,71 triliun) dengan kas hanya 954 juta ringgit, memicu kekhawatiran investor dan pemerintah Malaysia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 16.00
Isu Finansial Menerpa AirAsia, Tony Fernandes Buka Suara
kumparan · 18 September 2026 pukul 05.00
Populer: Keuangan AirAsia Tertekan; BPJS Kesehatan Kejar Rp 20 T
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.45
Tony Fernandes Buka Suara Keuangan AirAsia Berdarah-darah
Berita terkait
AirAsia Terbelit Utang Rp79,7 Triliun di Tengah Lonjakan Harga Avtur
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 14.11
AirAsia Berdarah-darah, Malaysia Siapkan Skenario Darurat
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.55
Malaysia Rayu Maskapai Lokal-Batik Air Caplok Pasar AirAsia, Ada Apa?
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.51
Rugi Air Asia Bengkak Jadi Rp 1,45 T Semester I-2026, Kenapa?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.44