Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Tony Fernandes Angkat Bicara Soal Keuangan yang Sedang Dihadapi AriAsia

Tony Fernandes menegaskan AirAsia memiliki likuiditas kuat meski menghadapi lonjakan harga avtur akibat konflik Iran-AS. Maskapai sedang menyiapkan pendanaan lebih dari US$1 miliar (Rp17,5 triliun) untuk pembiayaan kembali utang yang ditargetkan selesai pada Desember 2026 atau Januari 2027. Fernandes menilai situasi saat ini lebih baik dibanding masa pandemi karena permintaan penerbangan tetap tinggi.

Namun, tekanan finansial tetap nyata dengan rugi bersih kuartal II-2026 mencapai 830,5 juta ringgit (Rp3,59 triliun). Biaya bahan bakar melonjak 66% menjadi US$183 per barel tanpa adanya lindung nilai (hedging). Per 30 Juni 2026, kewajiban lancar maskapai mencapai 18,4 miliar ringgit (Rp79,71 triliun) dengan kas hanya 954 juta ringgit, memicu kekhawatiran investor dan pemerintah Malaysia.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait