Airlangga Akui Vietnam Jadi Pesaing RI dalam Merebut Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengakui Vietnam menjadi pesaing serius dalam memperebutan investasi global. Vietnam lebih dulu menandatangani kerja sama dengan Eropa dan Amerika Serikat, serta memiliki kawasan ekonomi khusus 2 juta hektare dibanding Indonesia 24.000 hektare. Karena itu, ekspor Vietnam tumbuh lebih cepat. Airlangga menyatakan Indonesia harus mempercepat transformasi industri ke tingkat digitalisasi, semikonduktor, dan teknologi tinggi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Pemerintah menargetkan 15.000 talenta AI dan semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 15.45
Pertumbuhan Vietnam Capai 9 Persen, Airlangga Dorong Digitalisasi hingga AI
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 14.35
Jadi Tulang Punggung, Hilirisasi Sumbang 30% Total Investasi di RI
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 15.45
Kemenko Hilirisasi Dibentuk, Ekonom Minta Bahlil Selesaikan Masalah Hambatan Investasi
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 15.32
Hashim Nilai Masa Depan RI Cerah, Ekonomi Tumbuh hingga Tak Terlibat Konflik
Berita terkait
Ekonomi Vietnam Lari Kencang, Meroket 9,95% di Kuartal III 2026
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 20.15
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, PKB sebut Industrialisasi Harus Diperkuat
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
Bahlil & Sarmuji: Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Negara Industri
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.12
Populer: RI Kalah dari Vietnam Tarik Investasi; ESDM Setujui 95% RKAB 2026
kumparan · 30 September 2026 pukul 05.00