Pertumbuhan Vietnam Capai 9 Persen, Airlangga Dorong Digitalisasi hingga AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan transformasi ekonomi Indonesia untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 9 persen, sementara Indonesia berada di kisaran 5 persen. Indonesia perlu beralih dari industri tier 1 dan 2 menuju tier 3 yang mencakup digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Selain sektor industri, Airlangga menyoroti ketimpangan skala Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Luas KEK Indonesia hanya sekitar 24.000 hektare, jauh tertinggal dibandingkan Vietnam yang memiliki luas mencapai 2 juta hektare. Vietnam dinilai lebih masif dalam pengembangan kawasan serta memberikan kepastian usaha dan pelayanan yang lebih baik bagi investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 14.00
Airlangga Akui Vietnam Jadi Pesaing RI dalam Merebut Investasi
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 11.01
Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi RI Masih 5%, Vietnam Bisa 9%
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.52
Hashim Bantah Indonesia Kelam dan Gelap, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 12.20
Bank Dunia Ungkap 3 Negara Asia Ini Berburu Pekerja AI
Berita terkait
Mari Elka Ungkap RI Kalah dari Vietnam dalam Menarik Investasi
kumparan · 29 September 2026 pukul 13.52
Luas KEK RI Kalah dari Malaysia-Vietnam, Airlangga Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.25
LKPP: Pengadaan Rp911,7 Triliun Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 17.24
Airlangga Sebut RI Harus Kejar AI-Semikonduktor untuk Saingi Ekonomi Vietnam
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 11.22