Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan akan mengambil alih utang dan pengelolaan proyek Whoosh (KCJB) yang dikelola oleh konsorsium China melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pihak konsorsium China telah menerima informasi mengenai skema pengambilalihan ini dan memberikan respons positif. Kemenkeu menempatkan pengelolaan Whoosh di bawah Special Mission Vehicle (SMV) pemerintah agar proyek tetap berjalan tanpa membebani APBN secara langsung.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Pengelola BUMN pada 5 Agustus 2025 untuk mempercepat proses pengalihan pengelolaan. Target penyelesaian pengambilalihan pengelolaan Whoosh ditetapkan pada pertengahan September 2026 melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Skema pengambilalihan utang Whoosh oleh pemerintah ini bertujuan memastikan kelangsungan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan melalui SMV akan menjaga agar proyek tetap berjalan berkelanjutan tanpa menambah beban fiskal langsung pada anggaran negara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.55
Respons China dan Istana soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.23
Istana Buka Suara soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kementerian Keuangan
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.00
Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC Whoosh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.44
60 Persen Saham Whoosh Bakal Dikelola SMV Fiskal
Berita terkait
Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih Saham 60% Whoosh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.11
Purbaya Buka-bukaan Soal Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Whoosh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.11
Duduk Perkara Utang Whoosh Hingga Akhirnya Dibereskan Purbaya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.05
AHY Ungkap Rapat Dewas Danantara Sepakat Whoosh Diambil Alih Kemenkeu
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.37