Kata Ekonom soal Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Masyarakat Indonesia saat ini menyimpan sekitar 1.800 ton emas pribadi, dengan nilai sekitar USD 252 miliar atau Rp 4.470 triliun (kurs Rp 17.694). Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, emas yang disimpan ini berfungsi sebagai bantuan ketahanan finansial rumah tangga. Fakhrul Fulvian dari Trimegah Sekuritas menekankan bahwa meskipun emas merupakan instrumen penyimpan nilai yang andal, keuntungan ekonomi tidak akan optimal jika aset ini tetap disimpan secara pasif di luar ekosistem keuangan. Ia menyarankan agar kebijakan pemerintah tidak fokus pada pengurangan minat warga mengoleksi emas, tetapi lebih ke arah menyediakan sarana agar emas dapat memberikan nilai tambah melalui perputaran ekonomi.
Mike Rini, perencana keuangan, menjelaskan bahwa keuntungan investasi emas sangat bergantung pada jangka waktu kepemilikannya karena emas tidak menghasilkan aliran kas harian atau bulanan. Untuk jangka menengah, antara dua hingga lima tahun, peluang pertumbuhan investasi emas dinilai mulai membaik, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi atau tren penurunan suku bunga. Rata-rata imbal hasil emas diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen per tahun, sejalan dengan tingkat inflasi. Mike menekankan bahwa durasi simpan emas di atas lima hingga 10 tahun merupakan waktu yang paling ideal untuk mendapatkan apresiasi pertumbuhan aset, mengingat historis harga emas mengalami peningkatan sekitar 5 hingga 6 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir.
Dalam perbandingan dengan instrumen investasi lain, deposito menawarkan return yang setara atau sedikit di bawah inflasi karena terpotong pajak, tetapi tetap memberikan aliran kas berupa bunga. Saham pembagi dividen, di sisi lain, menawarkan pendapatan aliran kas sekaligus potensi return on investment rata-rata 10 hingga 12 persen per tahun untuk jangka waktu lima hingga 10 tahun. Namun, Mike menegaskan bahwa tidak ada jaminan kepastian atas angka proyeksi ini. Emas tetap dianggap sebagai instrumen penyimpan nilai yang andal, namun manfaatnya akan lebih optimal jika dikelola dengan strategi jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 22.55
Kemenko Perekonomian Jelaskan Istilah Emas 'Bawah Bantal' 1.800 Ton
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 21.52
Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.45
Harga Emas 24 Karat Stabil 21 Agustus 2026, Pilihan Investasi Menarik!
Berita terkait
Pemerintah RI Minta 2 Lembaga Tarik 1.800 Ton Emas dari Bawah Bantal
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.20
Wow! Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.59
Saat Harga Emas Makin Mahal, Ukuran 1 Gram Tak Lagi Jadi Patokan
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 17.45
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35