Akseleran hingga JULO Bermasalah, OJK Didorong Perketat Pengawasan Modal Ventura
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Kebijakan Publik Irfan Fauzi mendorong OJK untuk memperketat pengawasan industri modal ventura, tidak hanya pada perusahaan penerima investasi tetapi juga pada tata kelola investor. Pengawasan harus mencakup seluruh siklus investasi, mulai dari due diligence, pemantauan portofolio, mitigasi risiko, hingga keputusan exit, guna memastikan proses pengambilan keputusan berjalan secara prudent, transparan, dan akuntabel.
Urgensi ini muncul menyusul adanya persoalan material pada beberapa perusahaan teknologi dan finansial. Contohnya, Akseleran menghadapi gagal bayar sekitar Rp178,27 miliar dengan TWP90 mencapai 55,15% pada Juni 2025, serta JULO yang didenda Rp12,2 miliar oleh KPPU pada Maret 2026 terkait suku bunga pinjaman. Regulator diminta melakukan evaluasi sistemik berbasis risiko untuk membedakan antara risiko bisnis alami dengan kelemahan tata kelola tanpa menghambat inovasi industri digital.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.36
Aset Digital Mulai Masuk Agenda Investasi dan Sektor Keuangan RI
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 01.46
Pengguna Baru Pintu Futures Melonjak 200% Dalam Sebulan
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.13
Pasar Kripto Makin Matang, Keamanan Transaksi dan Literasi Investor Harus Diperkuat
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.29
Morgan Stanley Borong Saham GoTo Rp 25 per Saham, Kepemilikan Jadi 7,59 Persen
Berita terkait
Danantara Bakal Pegang Saham BEI via Demutualisasi, Sudah Sejauh Apa Prosesnya?
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 16.58
Cuan Perusahaan Asuransi dari Investasi Tembus Rp10,39 Triliun hingga Juli 2026
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.00
Indodana Fintech Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda di Universitas Mataram
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 15.36
OJK Denda 113 Pelaku Pelanggaran Pasar Modal Rp104,63 M per Agustus
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 15.09