Pasar Kripto Makin Matang, Keamanan Transaksi dan Literasi Investor Harus Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang kian matang dengan fokus pada perlindungan investor dan penguatan regulasi di bawah OJK. Presiden Direktur OSL Indonesia, Ivan Arilito, menilai Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan aset digital Asia karena populasi besar dan adopsi yang tinggi. Perilaku investor kini bergeser dari spekulasi jangka pendek menuju strategi jangka panjang dan manajemen risiko.
Data OJK per Juli 2026 mencatat jumlah investor kripto telah mencapai 22,93 juta orang, didominasi kelompok usia muda. Untuk mendukung pertumbuhan ini, OSL Indonesia meningkatkan layanan melalui fitur Voice of Customer, penguatan sistem autentikasi dan pendanaan, serta penyediaan analisis pasar real-time. Meski prospektif, investor tetap diingatkan akan risiko tinggi fluktuasi harga dan perubahan regulasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.32
Video: Nasib Investasi Kripto Hadapi Gejolak Timur Tengah-Perang Tarif
Detik.com · 9 September 2026 pukul 18.14
Bamsoet: Ekonomi yang Kuat Perlu Keamanan dan Kepastian Berusaha
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.29
Morgan Stanley Borong Saham GoTo Rp 25 per Saham, Kepemilikan Jadi 7,59 Persen
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 14.00
Cuan Perusahaan Asuransi dari Investasi Tembus Rp10,39 Triliun hingga Juli 2026
Berita terkait
Ngaku Berizin di Luar Negeri, 2 Platform Kripto Ini Malah Diblokir Satgas PASTI
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.35
Tak Punya Izin, OJK Blokir Kegiatan Dua Perusahaan Kripto
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.45
OJK Catat Transaksi Kripto RI Tembus Rp20,52 T per Juli 2026
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 13.04
Transaksi Kripto di RI Anjlok 28 Persen Jadi Rp 20,5 T per Juli 2026
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 13.53