Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Aksi Langka Netanyahu, Kali ini Membela Warga Palestina, Justru Mengecam Kelompok Pemukim Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang tidak biasanya, mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pemukim Israel terhadap warga Palestina di dua desa Tepi Barat, yakni Qusra dan Jalud. Serangan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di mana puluhan pemukim yang mengenakan penutup wajah dan membawa senjata menyerbu kawasan warga di Qusra, menyebabkan bentrokan dan luka-luka. Di Jalud, kelompok yang sama diduga merusak kendaraan dan menyerang sebuah keluarga Palestina, termasuk jurnalis asing yang ada di lokasi.

Netanyahu menyebut aksi-aksi tersebut sebagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok kecil yang bersifat anarkis dan melanggar hukum. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan terhadap semua pihak yang terlibat. Menurutnya, kekerasan ini tidak hanya mengganggu operasi militer Israel di Tepi Barat, tetapi juga merusak citra dan posisi Israel di kancah internasional.

Langkah Netanyahu dianggap sangat langka mengingatnya selama ini sering dikritik karena sikapnya yang dianggap tidak peduli pada kondisi warga Palestina. Pernyataannya ini muncul setelah beberapa laporan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina mendapatkan perhatian luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait