Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Palestina Desak Intervensi Internasional Hadapi Pengepungan Al-Mughayyir oleh Israel

Pemerintah Palestina mengeluarkan peringatan keras terhadap eskalasi kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel dan kelompok penjajah ilegal di kota Al-Mughayyir, Tepi Barat. Kota tersebut telah mengalami pengepungan ketat selama 20 hari terakhir, yang diduga merupakan upaya sistematis untuk mengisolasi wilayah dan memaksa penduduk setempat meninggalkan tempat tinggal mereka. Kementerian Luar Negeri Palestina meminta masyarakat internasional untuk segera melakukan intervensi nyata guna menghentikan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. "Tindakan Israel ini merupakan upaya untuk mengisolasi dan mengepung kota tersebut secara militer dan ekonomi serta menggusur penduduknya," demikian peringatan yang dikeluarkan dalam pernyataan resmi pada Sabtu (30/8).

Berdasarkan data yang dihimpun dari pernyataan kementerian, pembatasan yang diterapkan di Al-Mughayyir termasuk pengepungan militer dan ekonomi yang bertujuan untuk mengubah realitas di lapangan melalui teror dan penggusuran paksa. Palestina meminta komunitas internasional tidak hanya berhenti pada kecaman verbal, tetapi juga mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan Israel.

Situasi keamanan di Tepi Barat terus memburuk sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Pada Jumat lalu, tiga warga Palestina terluka akibat serangan penjajah di Al-Mughayyir. Dalam insiden tersebut, pasukan Israel dilaporkan menghalangi evakuasi medis, yang memperkuat kekhawatiran akan upaya pengusiran penduduk secara sistematis.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait