Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Serikat Bakal Investasi Rp 53,40 Triliun di Proyek Mineral, Ini Tujuannya

Pemerintah Amerika Serikat akan menginvestasikan US$ 3 miliar (Rp 53,40 triliun) dalam proyek mineral dan baterai sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri serta keamanan nasional. Investasi ini diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan meja bundar di Departemen Luar Negeri pada 7 Agustus 2026. Dana tersebut mencakup pinjaman bersyarat sebesar US$ 1,4 miliar dari Office of Strategic Capital untuk OSC (Sila Nanotechnologies), US$ 400 juta untuk Sunrise Energy Metals, dan US$ 150 juta untuk Niron Magnetics. Bank Ekspor-Impor AS juga meminjamkan US$ 58 juta kepada tiga perusahaan tambang lainnya.

Tujuan investasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan AS pada pasokan mineral dari China, terutama untuk keperluan militer dan industri strategis. Mineral seperti tanah jarang, tungsten, germanium, dan skandium diperlukan untuk pembuatan senjata canggih, kendaraan lapis baja, dan sistem sensor. Gedung Putih perlu mengisi kembali persediaan senjata yang habis selama konflik Iran.

Sekolah pertambangan juga mendapat dukungan tambahan. Departemen Energi memberikan hibah US$ 100 juta untuk meningkatkan program pendidikan pertambangan dan menggandakan jumlah lulusan dalam dua tahun. Pentagon juga akan mendanai proyek senilai US$ 80 juta di tiga sekolah pertambangan. Sejak kembali ke kuasa, Trump telah meluncurkan cadangan mineral strategis senilai US$ 12 miliar dan berupaya membatasi ketergantungan pada pasokan dari China.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait