Mengapa Kutub Selatan Bulan Jadi Rebutan AS dan China?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China menunjukkan kemajuan pesat di antariksa dengan meluncurkan stasiun Tiangong dan berhasil mengambil sampel tanah dari sisi jauh Bulan, pencapaian belum dimiliki negara lain. Rencana China mendirikan permukiman permanen di Bulan pada 2040 memicu kekhawatiran AS, yang mendeklarasikan perlombaan antariksa baru. Ketegangan meningkat karena program China diselimuti kerahasiaan, sulit menilai siapa yang unggul.
Fokus kini beralih ke kutub selatan Bulan yang dipercaya menyimpan cadangan es air — sumber daya vital untuk bahan bakar roket, udara, dan air minum, mendukung basis jangka panjang serta eksplorasi ke Mars. AS berencana mendaratkan wahana robotik Griffin buatan Astrobotic Technology akhir 2026. China menargetkan peluncuran Chang'e-7 bulan ini dengan empat kendaraan: pengorbit, pendarat, penjelajah, dan robot pelompat, dilengkapi alat pengebor dan analisis es air langsung.
Minimnya hukum internasional mengatur eksploitasi sumber daya Bulan mempertinggi risiko konfrontasi, mengingatkan era Perang Dingin. Visi jangka panjang melibatkan koloni manusia di luar Bumi selama beberapa generasi. AS berharap tata kelola koloni mencerminkan nilai demokratis, sedangkan Xi Jinping menegaskan ambisi China jadi kekuatan antariksa terkemuka. China menargetkan pendaratan taikonaut pertama 2030. Administrator NASA Jared Isaacman mengakui China pesaing tangguh yang kemungkinan besar akan berhasil mendaratkan manusia di Bulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 09.00
Ini Dia! Senjata Canggih China, AS Siap-Siap Gigit Jari
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 22.42
Amerika Serikat Bakal Investasi Rp 53,40 Triliun di Proyek Mineral, Ini Tujuannya
Berita terkait
Taktik China Menantang Dominasi Amerika
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.21
Produk China Ramai Diserbu Perusahaan AS, Begini Respons Xi Jinping
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 19.40
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15