Jakarta · Sabtu, 15 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Kutub Selatan Bulan Jadi Rebutan AS dan China?

China menunjukkan kemajuan pesat di antariksa dengan meluncurkan stasiun Tiangong dan berhasil mengambil sampel tanah dari sisi jauh Bulan, pencapaian belum dimiliki negara lain. Rencana China mendirikan permukiman permanen di Bulan pada 2040 memicu kekhawatiran AS, yang mendeklarasikan perlombaan antariksa baru. Ketegangan meningkat karena program China diselimuti kerahasiaan, sulit menilai siapa yang unggul.

Fokus kini beralih ke kutub selatan Bulan yang dipercaya menyimpan cadangan es air — sumber daya vital untuk bahan bakar roket, udara, dan air minum, mendukung basis jangka panjang serta eksplorasi ke Mars. AS berencana mendaratkan wahana robotik Griffin buatan Astrobotic Technology akhir 2026. China menargetkan peluncuran Chang'e-7 bulan ini dengan empat kendaraan: pengorbit, pendarat, penjelajah, dan robot pelompat, dilengkapi alat pengebor dan analisis es air langsung.

Minimnya hukum internasional mengatur eksploitasi sumber daya Bulan mempertinggi risiko konfrontasi, mengingatkan era Perang Dingin. Visi jangka panjang melibatkan koloni manusia di luar Bumi selama beberapa generasi. AS berharap tata kelola koloni mencerminkan nilai demokratis, sedangkan Xi Jinping menegaskan ambisi China jadi kekuatan antariksa terkemuka. China menargetkan pendaratan taikonaut pertama 2030. Administrator NASA Jared Isaacman mengakui China pesaing tangguh yang kemungkinan besar akan berhasil mendaratkan manusia di Bulan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait