Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya

China kembali meningkatkan balasan dalam perang dagang dan teknologi dengan Amerika Serikat. Beijing melarang seluruh organisasi dan individu di dalam negeri bertransaksi dengan tujuh entitas strategis AS, memperketat kontrol ekspor drone dan teknologi pendukung ke AS, serta membatasi lembaga sertifikasi Amerika dalam inspeksi pabrik di Tiongkok. Kebijakan ini merupakan respons terhadap pembatasan baru Washington pada operator telekomunikasi, laboratorium pengujian, router konsumen, kabel bawah laut, dan peralatan robotika asal China. Pekan lalu, AS juga memasukkan lebih dari 40 entitas China ke daftar sanksi Uyghur Forced Labor Prevention Act.

Salah satu entitas yang masuk daftar hitam China adalah Compliance Testing LLC, perusahaan pengujian dan sertifikasi asal Mesa, Arizona, yang dituding mendukung langkah FCC merugikan perusahaan China. Enam entitas lain yang ikut disanksi antara lain Human Rights in China, Australian Strategic Policy Institute, dan lainnya yang bergerak di pelacakan rantai pasok, penilaian risiko tenaga kerja, dan advokasi HAM terkait isu Xinjiang. China belum memberlakukan pembekuan aset atau larangan perjalanan terhadap entitas tersebut.

Di sektor drone, setiap pengiriman ke AS kini wajib melalui peninjauan kasus per kasus tanpa jalur fast-track, berpotensi memperlambat rantai pasok barang dual-use. Beijing juga menangguhkan izin lembaga AS untuk inspeksi pabrik dalam sistem China Compulsory Certificate, yang dapat menaikkan biaya operasional dan menunda proses manufaktur perusahaan AS di Tiongkok.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait