Bahlil Sebut Campuran 50 Persen Etanol ke Bensin Dilakukan Bertahap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil Lahardia menyatakan bahwa program campuran bioetanol 50 persen (E50) ke bensin akan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun depan. Kebijakan ini disebabkan oleh arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari solusi alternatif pemenuhan energi akibat ketidakpastian global. E50 merupakan lanjutan keberhasilan program mandatori biodiesel B50 yang sudah ada. Bahan baku etanol untuk E50 berasal dari tebu, singkong, atau jagung. Bahlil menargetkan agar Indonesia tidak lagi perlu mengimpor bensin jika E50 berhasil diterapkan penuh. Rencananya, pada 2027 akan diterapkan E10, kemudian naik ke E20 pada 2028, dan bertahap menuju E50. Pemerintah juga membutuhkan 15 pabrik pengolahan bioetanol baru untuk memenuhi kebutuhan proyek ini. Konsumsi bensin nasional saat ini mencapai 39-40 juta kiloliter per tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.15
Amran: Pengembangan Bioetanol Bisa Buka 8 Juta Lapangan Kerja
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 10.20
Amran Siapkan 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 08.45
Olah Bensin dari Batu Bara, Bahlil Lahadalia Cari Teknologi yang Cocok
Detik.com · 22 September 2026 pukul 08.30
Bisakah Bensin Dibuat dari Batu Bara Sesuai Keinginan Prabowo?
Berita terkait
Targetkan E50, Prabowo Perintahkan Penyusunan Langkah Strategis Bauran Bioetanol
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 22.30
Tiru Kesuksesan B50 Setop Impor Solar, Prabowo Minta Bahlil Siapkan Pengembangan E50
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 20.40
Pemerintah Butuh Tambahan 15 Pabrik Bioetanol pada 2027
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 11.50
Isu Cukai Tuntas, Jalan Kebijakan Bensin Campur Etanol Makin Mudah
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.45