Amran Respons Harga Cabai Mahal hingga Tembus Rp200 Ribu per Kg
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan prihatin terhadap kenaikan harga cabai hingga Rp200 ribu per kg di beberapa daerah. Ia memerintahkan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas untuk turun ke lapangan guna memverifikasi kondisi harga cabai yang melonjak. Amran juga menyoroti ketimpangan harga daging ayam ras antara tingkat produsen dan konsumen, sekaligus memerintahkan Ditjen PKH untuk menyelidiki penyebabnya. Pemerintah menekankan pentingnya pengawasan harga cabai dan ayam agar tidak terjadi kesenjangan besar antara harga produsen dan konsumen. Berdasarkan data BPS pada minggu pertama Oktober 2026, rata-rata harga cabai merah nasional mencapai Rp63.913 per kg, naik 11,38 persen dari September sebelumnya dan melebihi batas atas HAP konsumen sebesar Rp55 ribu. Kenaikan ini tercatat di 292 kabupaten/kota, dengan harga tertinggi di Kabupaten Halmahera Timur (Rp193.333), Nduga (Rp174 ribu), dan Intan Jaya (Rp160 ribu). Untuk cabai rawit, rata-rata harga nasional mencapai Rp86.846 per kg, naik 10,21 persen dibandingkan September dan melebihi batas atas HAP konsumen Rp57 ribu. Kenaikan ini terjadi di 259 kabupaten/kota, dengan harga tertinggi di Intan Jaya dan Nduga masing-masing mencapai Rp200 ribu per kg. Data menunjukkan 81,11 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan harga cabai merah, sementara 71,94 persen wilayah mengalami kenaikan harga cabai rawit.
Bagikan
Berita terkait
Ekonomi Melambat, China Bersih-Bersih 670 Bank
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 21.35
Pemerintah & DPR Sepakat RUU Ketenagakerjaan Lanjut ke Sidang Paripurna
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 21.31
Indonesia Kehilangan 25 Persen Sumber Impor BBM Gegara Konflik Timteng
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 21.30
OJK: Kebijakan Batas Saham Minimum Rp1 Sesuai Standar Bursa Global
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 21.22