Analis Politik: Gibran Bukan Jokowi, Mestinya Tau Diri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polemik terkait persyaratan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memicu perdebatan publik. Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensa) menyampaikan kritik terhadap sikap Gibran, menyatakan bahwa Gibran bukan Joko Widodo (Jokowi) dan harus menyadari batasan perannya. Hensa menyoroti bahwa Gibran sempat memulai karir politiknya dengan status sebagai anak presiden, yang memberinya akses dan fasilitas tertentu. Ia pun menanyakan apakah Gibran mampu menilai kembali posisinya secara mandiri.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Sinaga (Bro Ron) menyatakan bahwa Jokowi telah memberikan ruang penuh kepada Gibran untuk menghadapi isu yang terkait dirinya, termasuk gugatan terkait ijazah. Bro Ron menekankan bahwa Jokowi tidak mencampuri urusan Gibran sebagai bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang diserahkan kepada anaknya.
Gugatan ini diajukan oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana bersama sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan nomor perkara 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Para pemohon mempertanyakan apakah Gibran memenuhi syarat pendidikan minimal sekolah menengah atas sesuai ketentuan pemilu, dan meminta agar Gibran didiskualifikasi dari jabatan wakil presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 28 September 2026 pukul 10.15
Relawan Gibran Soroti Sikap Diam Parpol Koalisi soal Isu Ijazah: Terkesan Main Aman
Berita terkait
Analis: Gibran Bukan Jokowi, Mestinya Tau Diri
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.55
Di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran, Kini Status Akademik Iriana Ikut Dipertanyakan
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.55
Jokowi Santai soal Ijazah Gibran Digugat hingga Ada Ancaman Pemakzulan: Yang Saya Tahu...
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 07.40
Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Sudah Telat Dua Tahun, Kata Loyalis Jokowi
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.30