Jokowi Santai soal Ijazah Gibran Digugat hingga Ada Ancaman Pemakzulan: Yang Saya Tahu...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 kini sedang diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan menyerahkan seluruh proses kepada jalur hukum yang berlaku. "Ini kan sudah masuk ke wilayah hukum. Jadi kita mengikuti proses hukum yang ada," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).
Meski demikian, Jokowi membeberkan riwayat pendidikan Gibran dari SD di SD Negeri 16 Kota Madya Surakarta, SMP di SMP Negeri 1 Kota Madya Surakarta, hingga SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura. Gibran kemudian menempuh pendidikan di UTS Insearch dan pindah ke MDIS di Singapura.
Para pemohon, termasuk mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, meminta MK untuk menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan, membatalkan penetapannya sebagai calon wakil presiden, dan membatalkan pelantikannya. Perkara ini diajukan dengan nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 17.18
Boni Hargens: Isu Pemakzulan Wapres Bagian dari Skenario Pilpres 2029
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 12.34
Raja Juli: Dulu Ijazah Pak Jokowi, Hari Ini Mas Gibran, Mungkin Lusa Jan Ethes
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 22.18
Denny Indrayana: Gugatan PHPU Tak Semata Soal Ijazah Gibran Tapi Juga Penyelundupan Pasal
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 06.35
KPU Sebut Gugatan PHPU Ijazah Gibran Terlambat 905 Hari
Berita terkait
dr. Tifa Sebut Ijazah Jadi 'Tumit Achilles' Jokowi dan Gibran
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.01
Hadapi Kasus Ijazah, Gibran Tak Bisa Disamakan dengan Jokowi: Bedanya Jelas!
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 15.04
Sesama Eks Demokrat, Denny Indrayana dan Roy Suryo Kompak Serang Ijazah Jokowi-Gibran
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.20
Di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Gibran, Kini Status Akademik Iriana Ikut Dipertanyakan
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.55