Angka Kemiskinan versi BPS Beda Jauh dari Bank Dunia, Indef: Garis Kemiskinannya Terlalu Rendah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Berbeda significatif antara angka kemiskinan BPS (8,07% atau 22,93 juta orang pada Maret 2026) dan Bank Dunia (64,2% penduduk di bawah garis kemiskinan). Esther Sri Astuti (Indef) menilai garis kemiskinan BPS Rp 669 ribu/bulan terlalu rendah dibanding standar Bank Dunia Rp 2,9 juta/bulan yang menggunakan PPP. Perbedaan mencolok ini disebabkan metode pengukuran yang berbeda: BPS menggunakan kebutuhan dasar (makanan 2.100 kalori + non-makanan), sementara Bank Dunia menggunakan paritas daya beli untuk perbandingan internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 07.00
Mengapa Perhitungan Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda?
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 17.54
Guntur Romli Soroti Jauhnya Perhitungan Angka Kemiskinan: Bank Dunia 64%, BPS Cuma 8,07%, ini Maksudnya Mainan Desil?
Detik.com · 4 September 2026 pukul 20.55
Menko PM-Kepala BPS Puji Upaya Ahmad Luthfi Atasi Kemiskinan di Jateng
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 20.00
Ekonom Ungkap Prediksi Mengerikan Ekonomi Indonesia pada 2027
Berita terkait
64,2% Penduduk Indonesia Masih Miskin versi Bank Dunia, BPS Sebut Perbedaan Standar
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.18
64,2% Penduduk Indonesia Disebut Miskin, BPS Jelaskan Kenapa Angkanya Beda Jauh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.42
Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: BPS Tegaskan Beda Standar Pengukuran
VOI · 2 September 2026 pukul 22.00
Angka Garis Kemiskinan Berbeda dengan Versi Bank Dunia, BPS Buka Suara
Detik.com · 2 September 2026 pukul 20.30