Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Perbedaan Data Kemiskinan Indonesia: Bank Dunia 64,2% vs BPS 8,07%

Berbagai media membahas perbedaan signifikan antara data kemiskinan Indonesia dari Bank Dunia dan BPS. Bank Dunia mencatat 64,2% atau 183,6 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan pada 2026, menggunakan standar USD 8,30 per kapita per hari (PPP 2021) untuk negara berpendapatan menengah atas. Sementara itu, BPS menyatakan hanya 8,07% atau 22,93 juta orang yang miskin pada Maret 2026, dengan garis kemiskinan nasional Rp3.091.866 per bulan berbasis kebutuhan dasar masyarakat Indonesia (Cost of Basic Needs).

Perbedaan utama terletak pada metodologi dan tujuan pengukuran. Bank Dunia menggunakan standar internasional yang ditetapkan untuk perbandingan antarnegara, sementara BPS menggunakan pendekatan nasional yang mempertimbangkan kebutuhan spesifik Indonesia. Jika Bank Dunia menggunakan parameter USD 4,20 per hari, angka kemiskinan menjadi 16,4% (46,9 juta orang). Guntur Romli PDI Perjuangan menilai selisih 56,13 persen bukan sekadar perbedaan metodologi, melainkan upaya pemerintah memamerkan penurunan kemiskinan.

BPS mengacu pada data Susenas dengan dua kali survei per tahun, lebih representatif untuk kebijakan dalam negeri. Sementara itu, data Bank Dunia bersifat perkiraan untuk 2026 dan tidak mencerminkan kondisi sosial-ekonomi Indonesia secara akurat.

Menurut tiap media