AS Ajak Negara G20 'Keroyokan' Lawan Banjir Produk China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong negara-negara G20 untuk meninjau kembali kebijakan perdagangan dengan China guna mengatasi surplus perdagangan China yang mencapai US$1,2 triliun. Bessent menilai surplus tersebut tidak berkelanjutan dan mendorong China untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor serta memperkuat konsumsi domestik. Kebijakan ini muncul seiring AS menerapkan tarif tinggi terhadap produk China, yang justru menyebabkan barang-barang Tiongkok beralih ke negara lain seperti Eropa dan Amerika Latin. Data Biro Sensus AS menunjukkan defisit perdagangan AS dengan China turun sekitiga dalam enam bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai US$73,9 miliar. Bessent menolak solusi seperti Plaza Accord 1985 dan menekankan pentingnya mengatasi subsidi industri China serta lemahnya konsumsi domestik. AS dan China tetap berkomitmen melanjutkan dialog perdagangan, termasuk potensi pengurangan tarif untuk barang nonstrategis sebesar US$30 miliar, sebelum pertemuan Trump dan Xi Jinping di akhir September.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.33
AS Ajak Negara G20 Kaji Ulang Perdagangan dengan China
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 18.45
China Diam-Diam Kuasai Cadangan Minyak Dunia, Buat Apa?
Berita terkait
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
Ancam Balas Dendam, China Siap Lawan Tarif Impor AS
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 03.00
Trump Mau "Tembak" 5 Negara Ini Buat Hancurkan Iran, Ada RI?
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.40
Airlangga Tepis AS soal RI Bantu China Hindari Tarif Lewat Transhipment
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 14.49