Capex Astra Tembus Rp16,9 Triliun di Semester I, Akuisisi Tambang Emas Jadi Porsi Terbesar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Astra International Tbk (ASII) merealisasikan capex sebesar Rp16,9 triliun pada semester I-2026, setara 47% dari total anggaran capex tahunan Rp36 triliun. Presiden Direksinya, Rudy, menyatakan sebagian besar alokasi, yakni Rp11,7 triliun, digunakan untuk aksi korporasi di sektor pertambangan, khususnya mendukung akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Sisanya, sekitar Rp5,2 triliun, dialokasikan untuk belanja modal rutin seperti pengadaan alat berat untuk bisnis kontraktor pertambangan. Astra menurunkan laba bersihnya 19,22% menjadi Rp12,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar dan dilusian turun dari Rp383 menjadi Rp313 per saham. Pendapatan juga mengalami penurunan 3,03% mencapai Rp157,91 triliun dibandingkan Rp162,85 triliun pada semester I-2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 15.28
Astra Prediksi Bisnis Tambang Bisa Membaik pada Semester II 2026
kumparan · 8 September 2026 pukul 15.00
Laba Bersih United Tractors Capai Rp 956 M pada Semester I 2026, Anjlok 88%
Berita terkait
Tersengat Rumor Akuisisi Haji Isam, Saham BYAN Terbang 18,75%
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.41
Haji Isam Siap Akuisisi 62,2 Persen Saham Bayan Resources
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.59
Laba Bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan Astra Meningkat di Semester I 2026
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.04
Semester I-2026, Laba Astra Internasional (ASII) Rp12,53 Triliun
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.35