Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus US$3,7 Miliar, tapi Impor Tumbuh Lebih Kencang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,7 miliar pada Januari-Juli 2026. Ekspor nonmigas mencapai US$160,01 miliar, tumbuh 5,21%, didorong oleh industri pengolahan (US$137,26 miliar, naik 7,16%). Impor mencapai US$163,33 miliar, lonjak 19,94%, dengan impor nonmigas tumbuh 16,78% dan impor migas naik 40,24%. Perdagangan nonmigas memberikan surplus US$22,45 miliar, menutup defisit migas US$18,75 miliar. Tiongkok menjadi pasar utama ekspor nonmigas (US$40,62 miliar) dan pemasok utama impor nonmigas (US$58,29 miliar).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.17
BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.14
Neraca Dagang RI Bangkit Surplus US$120 Juta pada Juli 2026
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.13
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.54
Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 120 Juta
Berita terkait
Pemerintah Optimistis Neraca Perdagangan Makin Moncer
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya RI, Hartanya Naik Rp19 T Sehari
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.40
Perdagangan RI Defisit US$ 450 Juta di Juni 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.53
Ekonomi RI alami inflasi tahunan 3,19 persen pada Agustus 2026
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 11.38