Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.916 per dolar AS dan berpotensi menyentuh Rp18.000. Pelemahan ini dipicu oleh risiko eksternal seperti fluktuasi harga minyak, ketidakpastian geopolitik, serta peningkatan imbal hasil global yang memperkuat dolar AS. Bank Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak memicu inflasi akibat kenaikan harga barang impor.
Selain faktor global, risiko domestik mencakup perlambatan pertumbuhan ekonomi, tekanan konsumsi rumah tangga, dan fenomena El Nino yang mengancam pasokan pangan. Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih bertahan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 4,9% hingga 5,7%, yang didorong oleh konsumsi rumah tangga dan stimulus fiskal pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
Berita terkait
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.08
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.25
Rupiah menguat seiring potensi BI tahan suku bunga
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.26
Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 10.18