BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat ke Rp17.795/US$ pada Rabu (23/9/2026) setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada 5,75%. Penguatan rupiah sebesar 0,31% atau 55 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.850/US$. Meskipun dolar AS tetap kuat di pasar global (DXY 100,755), rupiah justru menguat karena keputusan BI yang sesuai ekspektasi pasar. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan rupiah per 22 September berada di Rp17.855/US$, melemah 0,78% dari akhir Agustus 2026. Ketidakpastian global seperti konflik Timur Tengah dan sinyal kenaikan suku bunga negara maju menjadi tantangan. BI yakin rupiah akan stabil berkat komitmen moneter, inflasi terkendali, dan prospek ekonomi yang baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 16.34
Rupiah menguat terbantu kondisi eksternal yang masih terjaga
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15