Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Buka Suara Soal Potensi Pembengkakan Subsidi Energi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperingatkan adanya potensi pembengkakan beban subsidi energi Indonesia akibat fluktuasi harga minyak dunia yang tidak pasti. Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR, Bahlil menggambarkan kondisi harga minyak global seperti penyakit malaria yang bisa sembuh pagi namun kambuh sore. Konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketegangan AS-Iran menjadi faktor utama ketidakpastian ini. Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$75 per barel dalam RAPBN 2027, naik dari target US$70 per barel pada APBN 2026. Subsidi tetap minyak solar ditetapkan Rp1.000 per liter, sementara alokasi subsidi listrik diusulkan mencapai Rp117,84 triliun, naik dari Rp100,83 triliun pada APBN 2026 dan Rp87,46 triliun pada realisasi 2025. Jika asumsi ICP naik ke US$80 per barel atau rupiah melemah, alokasi subsidi energi bisa bertambah. Proyeksi total pagu subsidi energi 2027 mencapai Rp272,9 triliun, naik hampir Rp50 triliun dari outlook 2026 sebesar Rp227,3 triliun. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menegaskan angka tersebut belum final dan akan dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas dalam proses RKA-K/L 2027.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait