Bahlil Desak Pengusaha Percepat Pengembangan PLTP, Konsesi Jangan Mangkrak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri ESDM Bahlil meminta pengembang PLTP panas bumi mempercepat realisasi proyek yang sudah mendapatkan konsesi. Pemerintah targeting menambah kapasitas PLTP sebesar 5,2 GW pada RUPTL 2025-2034, namun pengembangan masih lambat akibat hambatan regulasi dan ekonomi. Bahlil menekankan kolaborasi pengusaha dan regulator, serta mempercepat penggunaan mekanisme penghentian sementara yang tidak boleh dimanfaatkan untuk memperpanjang masa konsesi tanpa kemajuan. Pemerintah siap memberikan insentif pajak dan revisi regulasi untuk mendukung investasi. Indonesia memiliki potensi panas bumi 23.202,77 MW dengan kapasitas terpasang hanya 2.776,39 MW (11,6%), menempatkan negara ini pada posisi kedua dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
Panas Bumi RI Sudah Berumur 100 Tahun, Begini Dampaknya Bagi Ekonomi
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.34
Video:Bos PGE dan Strategi Manfaatkan Potensi 40% Panas Bumi Dunia di RI
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.00
Kementerian ESDM Catat PNBP Panas Bumi Capai Rp 2,45 T per Agustus 2026
Berita terkait
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Tak Butuh Air Dalam Jumlah Besar
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 03.05
Pengembangan PLTP Gunung Ungaran untuk Energi Rendah Karbon
JawaPos · 17 September 2026 pukul 09.15
PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Membuka Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat Sekitar
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 12.09
Akademisi Undip: PLTP Gunung Ungaran Dorong Kualitas Lingkungan
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 19.57