Bahlil Ungkap Alasan Indonesia Kalah dari Vietnam Saat Perang Dagang AS-China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318612/original/011542900_1786112000-IMG_2815.jpeg)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan perang dagang AS-China mulai terjadi pada 2016-2017 dan berdampak pada Indonesia. Dalam acara peluncuran buku di Jakarta, Jumat (7/8/2026), ia menyebut 32 perusahaan pindah dari China ke Vietnam, sementara Indonesia tidak mendapat bagian investasi. Saat itu, Bahlil dan Luhut Binsar Pandjaitan dipanggil Presiden Joko Widodo untuk membahas langkah pemerintah menghadapi situasi tersebut.
Bahlil menilai Indonesia kalah bersaing karena harga lahan kawasan industri lebih mahal. Harga lahan di Vietnam hanya Rp 600 ribu, sedangkan di Indonesia mencapai Rp 2 juta. Akibatnya, biaya investasi manufaktur di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.
Sebagai respons, pemerintah membangun Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah untuk menyediakan lahan industri dengan harga lebih kompetitif, kemudahan berusaha, dan insentif fiskal. Konsep dan master plan kawasan itu disusun tim Kementerian Investasi. Bahlil berharap kawasan tersebut menjadi magnet baru bagi investasi manufaktur yang sebelumnya lebih banyak mengalir ke negara tetangga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.30
Perang Dagang Berkah bagi Indonesia, Batam Rebut Relokasi Pabrik dari China
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.43
Bahlil Kenang Didemo 1,5 Bulan Gara-gara Larangan Ekspor Bijih Nikel
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.10
Rosan: Orang Biasanya Luncurkan 1 Buku, Bahlil Langsung 10!
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.32
RI Gandeng China Kembangkan Kawasan Industri di Madura
Berita terkait
Dorong Investasi, BNI Perkuat Digitalisasi Kawasan Industri
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.44
Madura Siap-Siap Berubah Total, Proyek Besar Ini Mau Dibangun
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.50
Investor China, Korea hingga Jepang Berebut Masuk Madura, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.10
Bersaing Ketat dengan Vietnam, RI Punya Potensi di Industri Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 19.45