Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bamsoet: Penguatan Sektor Properti Harus Jadi Bagian Strategi Nasional

Komisaris Independen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa sektor properti harus menjadi pilar utama ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global seperti ketegangan geopolitik, perang dagang, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sektor properti memiliki multiplier effect yang besar karena mampu menggerakkan lebih dari 180 subsektor industi terkait. Dalam pertemuan Board of Commissioners Meeting yang dipimpin Komisaris Utama Prof Dr Ginandjar Kartasasmita, Bamsoet menjelaskan bahwa pengembang besar kini tidak hanya membangun hunian, tetapi juga mengembangkan ekosistem perkotaan terpadu yang menggabungkan real estat, layanan kesehatan, pendidikan, dan gaya hidup.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 179% hingga Rp 385 miliar pada semester I-2026, meskipun pendapatan turun 12% ke Rp 3,60 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh capaian pra penjualan Rp 3,70 triliun dan EBITDA naik 20% ke Rp 754 miliar. Posisi kas perseroan tercatat Rp 1,41 triliun pada akhir Juni 2026.

Bamsoet menekankan bahwa daya saing pengembang di masa depan tidak lagi ditentukan oleh jumlah rumah yang terjual, tetapi kemampuan membangun kawasan yang produktif, sehat, nyaman, terintegrasi, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tantangan ke depan meliputi digitalisasi, artificial intelligence, pembangunan rendah emisi karbon, efisiensi energi, dan penerapan prinsip ESG. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan daya saing sektor properti dan menarik investasi berkualitas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait