Bank Dunia Soroti Kinerja Perusahaan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Dunia menyoroti kinerja perusahaan di Indonesia, khususnya terkait kepatuhan perpajakan. Dalam laporan bertajuk 'Indonesia: Unlocking Businesses' Tax Potential for Growth' yang dirilis Juli 2026, Bank Dunia mengungkapkan bahwa sekitar 25 persen perusahaan di Indonesia diduga melakukan penggelapan pajak. Temuan ini diperoleh melalui metode double-list experiment, teknik survei yang dirancang untuk mendapatkan jawaban yang lebih jujur dari responden terhadap isu sensitif seperti penggelapan pajak. Metode ini digunakan karena perusahaan cenderung enggan mengakui praktik tersebut jika ditanya secara langsung. Laporan juga menyatakan bahwa tingkat dugaan penggelapan pajak bervariasi tergantung pada karakteristik perusahaan, dengan praktik ini lebih sering ditemukan pada kelompok usaha tertentu, menunjukkan ketidakmerataan kepatuhan pajak di berbagai sektor. Bank Dunia menilai bahwa meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan perpajakan, tetapi juga pada kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, Bank Dunia merekomendasikan penguatan administrasi perpajakan melalui pemanfaatan data pihak ketiga, analitik berbasis risiko, dan digitalisasi layanan perpajakan untuk mengurangi pelaporan pajak yang tidak sesuai. Modernisasi administrasi perpajakan dianggap penting untuk meningkatkan kepatuhan, termasuk melalui integrasi data yang lebih kuat dan penggunaan analitik untuk mendeteksi ketidakpatuhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.00
Survei Bank Dunia: 1 dari 4 Perusahaan RI Diduga Hindari Pajak
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.20
Bank Dunia: Indonesia Bisa Tambah Penerimaan Pajak hingga 6% PDB
Berita terkait
PDB per Kapita RI Ngebut 210 Persen, Masuk 25 Besar di Dunia
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 21.15
Bank Dunia Catat 183 Juta Penduduk Indonesia Miskin, Pakai Parameter USD 8,30
JawaPos · 4 September 2026 pukul 15.01
BPS Buka Suara soal Beda Data Kemiskinan Indonesia versi Bank Dunia dan Nasional
JawaPos · 3 September 2026 pukul 08.00
Membaca Perbedaan Garis Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.30