Survei Bank Dunia: 1 dari 4 Perusahaan RI Diduga Hindari Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Survei Bank Dunia yang dirilis dalam laporan 'Indonesia: Membuka Potensi Pajak Usaha untuk Pertumbuhan' mengungkapkan bahwa setidaknya satu dari empat perusahaan formal di Indonesia diduga melakukan penghindaran pajak, dengan estimasi prevalensi sebesar 25-27%. Angka ini diperkirakan masih berada di level batas bawah dari estimasi aktual.
Penggelapan pajak lebih rentan terjadi pada tiga kelompok perusahaan: non-eksportir (27-30% dibandingkan 16,9-21,5% pada eksportir), perusahaan yang menganggap administrasi pajak sebagai hambatan utama (31,9-38,1%, hampir 90% lebih tinggi dari yang tidak), serta perusahaan yang menghadapi persaingan informal kuat (28,5-35,4%). Bank Dunia menekankan bahwa kondisi bisnis struktural, bukan atribut spesifik perusahaan seperti sektor atau ukuran, memainkan peran lebih besar dalam membentuk perilaku kepatuhan pajak. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan penting bagi pemerintah Indonesia dalam merancang strategi peningkatan penerimaan pajak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.28
Bank Dunia: Potensi Pajak RI yang Belum Tergarap Capai 6 Persen
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.45
Bank Dunia Usul Ambang Pengusaha Kena Pajak Diturunkan, Ini Alasannya
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.20
Bank Dunia: Indonesia Bisa Tambah Penerimaan Pajak hingga 6% PDB
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.43
Penggeledahan di Tangerang Terkait Kasus Suap Restitusi Pajak Mulyono
Berita terkait
Bank Dunia Ungkap Alasan RI Perlu Terapkan Omzet Rp500 Juta Kena Pajak
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.40
Genjot Penerimaan, Ditjen Pajak Bakal Sasar Pemilik Rumah Kontrakan
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.40
Purbaya Janji Nggak Ada Kenaikan Pajak, tapi Kejar Penunggak
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.22
Purbaya: Penerimaan pajak tumbuh 30 persen per Agustus 2026
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.31