Bank Dunia Ungkap Dampak Kecerdasan Buatan ke Pekerjaan di Asia Pasifik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366616/original/060333900_1791272869-Felipe-Bio-Image-Sep-2025.jpg)
Laporan Pembaruan Ekonomi Bank Dunia menyatakan AI belum menghilangkan banyak pekerjaan di Asia Timur dan Pasifik, namun mengubah pola keterampilan yang dibutuhkan. Perusahaan kini lebih mengutamakan pekerja dengan kemampuan AI, analitis, dan sosial. Hanya 13% pekerjaan di kawasan masuk kategori yang membutuhkan pemikiran kompleks, jauh di bawah 39% negara maju. Carlos Felipe Jaramillo, Wakil Presiden Bank Dunia, menekankan kawasan memiliki modal untuk manfaat AI berkat integrasi nilai global. Tantangan utama adalah mengubah keunggulan produksi barang AI menjadi adopsi luas teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan pekerjaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 13.21
Lonjakan AI dan Harga Energi Jadi Penentu Ekonomi Asia
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 11.22
Airlangga Sebut RI Harus Kejar AI-Semikonduktor untuk Saingi Ekonomi Vietnam
Berita terkait
Pembatasan Outsourcing Dinilai Bisa Bikin 320 Ribu Pekerja Tak Terserap
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 21.30
Siapa yang Memegang Kendali Atas Kecerdasan Buatan?
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 04.39
Dulu Bergaji Tinggi, Pekerjaan Ini Sekarang Jadi Ladang Pengangguran
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.50
PDB per Kapita RI Ngebut 210 Persen, Masuk 25 Besar di Dunia
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 21.15