Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Bos BI Bongkar Alasan Tahan BI Rate di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi

Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate pada 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (23/9/2026) bersama Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,5%. Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal, termasuk kebijakan moneter Fed Amerika Serikat yang menaruh Fed Fund Rate di 3,75%-4%. Rupiah mengalami tekanan di level Rp17.855 per dolar AS pada pertengahan September 2026, namun ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa US$146,5 miliar (5,49 bulan impor). Investasi portofolio asing mencatat net inflow US$0,4 miliar pada 21 September 2026, didukung penerbitan global bond pemerintah dan aliran dana ke SBN. BI terus mengoptimalkan instrumen moneter termasuk intervensi NDF dan spot untuk menjaga stabilitas rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan valas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait