Banyak Isu Negatif Soal Pindar, DPR: Masyarakat Harus Dicerahkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pindar memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia, dengan penetrasi ke pasar UMKM yang mencapai 33%. Meski demikian, persepsi negatif masyarakat terhadap Pindar masih tinggi, sebagian besar disebabkan oleh perilaku konsumen yang tidak memenuhi kewajibannya. Untuk mengatasi hal ini, Misbakhun menekankan pentingnya dukungan pemerintah melalui regulasi yang mendukung dan program edukasi agar industri Pindar dapat berkembang secara bertanggung jawab. Dalam acara Fintech Lending Days (FLD) 2026, ia juga menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki peran krusial dalam menyeimbangkan perlindungan konsumen dan dukungan terhadap pertumbuhan industri agar berkontribusi optimal bagi perekonomi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan industri diperlukan agar isu-isu negatif dapat diminimalisir dan manfaat Pindar dapat dimaksimalkan bagi seluruh pihak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 11.11
INDODAX Soroti Keseimbangan Regulasi dan Inovasi dalam Perkembangan Kripto
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.30
Pengguna Kripto RI Tembus 22 Juta, Industri Butuh Ini biar Dilirik Institusi
Berita terkait
Pembiayaan Modal Ventura Susut 0,48%, BOPO Tembus 94,7% per Juni 2026
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 20.30
OJK Kejar Aturan Bursa Mineral, Ditargetkan Rampung 17 September 2026
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.48
Dongkrak Peran Pindar, DPR Tekankan Hal ini!
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.13
Memasuki Era Baru, Fintech Lending Days 2026 Perkuat Ekosistem Pindar
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.16