Banyak Kasus Kebocoran Data, OJK Pelototi LPIP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi banyak kasus kebocoran data di Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dan memotong pengelolaan data perkreditin. Direktur OJK Bayu Husodo menyatakan risiko keamanan teknologi informasi dan model penilaian kredit menjadi prioritas pengawasan. LPIP harus memperkuat sistem keamanan siber serta memastikan proses credit scoring hasilnya objektif. OJK mewajibkan semua LJK dan non-LJK untuk menjaga IT mereka dari serangan siber, termasuk dengan investasi teknologi yang memadai. Selain itu, OJK mengawasi pemodelan data kredit untuk menghindari penyalahgunaan informasi dan memastikan fairness dalam penilaian debitur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 17.00
Keamanan Siber Real-Time Bisa Cegah Kebocoran Data di Era AI
Berita terkait
OJK Minta Lembaga Keuangan Jangan Percaya 100% Credit Scoring AI
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.30
OJK Ungkap 30 Persen Pengajuan KPR Ditolak Gara-gara Pinjol
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.17
OJK Ungkap Data Paylater hingga Tagihan PAM Bisa Masuk Credit Scoring
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 16.06
Anak Muda Paling Banyak Pakai Pinjol, Tapi Sulit Bayar
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 14.10