Bayan Beber Kinerja usai Haji Isam Borong 30 Persen Saham
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyatakan kegiatan operasional perseroan dan entitas anak tetap berjalan normal setelah PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam, menandatangani perjanjian jual beli 30 persen saham. Transaksi ini sejalan dengan permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 September 2026. Pada 23 September 2026, tiga anak usaha Bayan—PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima—memperoleh persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) 2026 dari Kementerian ESDM, sehingga kegiatan pertambangan kembali berjalan. Manajemen menegaskan tidak ada dampak material yang berkelanjutan terhadap kinerja keuangan perseroan. Pendapatan dan laba/rugi perseroan sangat dipengaruhi oleh volume produksi dan penjualan batu bara, harga jual rata-rata, biaya produksi, dan faktor eksternal seperti kondisi pasar. Tambahan kuota produksi hingga 20 juta ton berasal dari pengajuan perubahan RKAB oleh ketiga anak usaha tersebut dan tidak berkaitan dengan transaksi saham. Setelah transaksi selesai, Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama dengan sekitar 20,853 persen, sementara Elaine Low akan memiliki sekitar 11,399 persen. PT Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham atau setara 30 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Bagikan
Berita terkait
RKAB 2026: Harga Mineral Naik, Industri Mulai Tertekan
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.00
423,71 Juta Ton Batu Bara Dikeruk Hingga Juli 2026
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.39
RI Mau Ubah Batu Bara Jadi BBM, Nilai Keekonomian Dinilai Masih Jadi Persoalan
kumparan · 28 September 2026 pukul 15.12
Harga CPO Anjlok 2,10% ke MYR 4.672/Ton, Batu Bara dan Timah Menguat
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.44