Bayi Baru Lahir Sudah Punya Utang Rp30 Juta Lebih Gegara Jokowi, Kata Refly Harun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengkritik kebijakan fiskal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebabkan lonjakan utang negara. Ia menyatakan setiap bayi yang lahir di Indonesia secara tidak langsung sudah memiliki beban utang Rp30 juta lebih, karena utang pemerintah mencapai Rp8.000 triliun pada akhir era Jokowi. Refly membandingkan dengan masa presiden SBY yang utangnya hanya Rp2.600 triliun pada 2014. Ia menjelaskan ruang fiskal menjadi terbatas, memaksa pemerintah menggali utang untuk memenuhi anggaran sekaligus membayar kewajiban lama. Data Kementerian Keuangan mengonfirmasi utang pemerintah mencapai Rp8.253 triliun pada Januari 2024, dengan rasio utang terhadap PDB 38,68%, tetap di bawah batas 60% UU No. 17/2003. Namun, Refly menekankan bahwa beban ini meningkat secara berkelanjutan, mempengaruhi generasi muda.
Bagikan
Berita terkait
Seabrek Persoalan Fiskal Indonesia yang Bersifat Struktural
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.58
Utang BLBI Lunas, Persoalan Hak Tagih Negara Rp110 Triliun Belum Tuntas
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 19.17
Refly Harun: Rismon Sianipar Harus Didakwa Pasal yang Sama dengan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 10.50
Suahasil Tegaskan Anggaran Cicilan Utang Kopdes Merah Putih Rp 37,7 Triliun Sudah Siap di APBN
JawaPos · 25 September 2026 pukul 06.30