BCA Siap Implementasikan KKI, Bisa Jadi Sumber Dana QRIS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) siap mendukung implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) pada 17 Agustus 2026. KKI adalah instrumen cardless yang dapat digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi QRIS. Direktur BCA, Santoso, menyatakan bahwa nasabah yang sudah memiliki kartu kredit BCA dapat memperluas layanannya menjadi KKI melalui aplikasi MyBCA. Dengan KKI, nasabah dapat melakukan transaksi QRIS melalui pemindaian kode QR dari pedagang atau pengguna, serta menggunakan teknologi near field communication (NFC) di perangkat seperti smartphone dan smartwatch.
Santoso menekankan bahwa KKI BCA juga dapat digunakan untuk transaksi QRIS cross-border, memungkinkan penggunaan dalam ekosistem pembayaran lintas negara. Sebagai anggota Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), BCA siap mendukung peluncuran ini bersama industri pembayaran.
KKI ritel merupakan instrumen pembayaran tertunda (deferred payment) yang dikembangkan oleh BI untuk individu dan entitas korporasi, tersedia dalam versi konvensional dan syariah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 21.52
Kartu Kredit Indonesia Resmi Meluncur, BI Siapkan Transaksi Digital hingga Kartu Fisik
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.17
BCA siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.10
Kartu Kredit Indonesia Bisa Dipakai di Luar Negeri? Ini Penjelasan BI
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.00
Berapa Plafon Kartu Kredit Indonesia? Ini Jawabannya
Berita terkait
BI dan BCTL Teken MoU, QRIS Siap Diperluas hingga ke Timor Leste
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 11.11
QRIS Dipakai 67 Juta Orang Indonesia, BI: Pedagang Tak Boleh Tolak Uang Tunai
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 15.52
KKI Baru 'Seumur Jagung', Sudah 32.457 Kartu Diterbitkan Bank
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.33
Warga Negara Asing Makin Doyan Pakai QRIS, Transaksi Tembus Rp5,9 T
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.58