Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

QRIS Dipakai 67 Juta Orang Indonesia, BI: Pedagang Tak Boleh Tolak Uang Tunai

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bahwa adopsi QRIS di Indonesia terus meningkat, dengan jumlah pengguna mencapai 67 juta orang, setara dengan satu kuartal dari total populasi Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan percepatan transformasi pembayaran digital yang signifikan di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pedagang pasar tradisional. Menurut Destry, banyak konsumen kini lebih memilih menggunakan QRIS dibandingkan membawa uang tunai saat berbelanja di pasar tradisional.

Meskipun tren digitalisasi pembayaran semakin mendominasi, Bank Indonesia menegaskan bahwa uang tunai tetap menjadi bagian penting dari ekosistem sistem pembayaran nasional. Oleh karena itu, Destry secara tegas mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menolak transaksi tunai. Ia menyatakan bahwa jika konsumen ingin membayar menggunakan uang tunai, pedagang wajib mampu menerima pembayaran tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026. Penggunaan QRIS yang terus berkembang ini menjadi indikator kuat bahwa transformasi keuangan digital telah berhasil mencapai hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait