BEI Tambah Saham HSC, Ini Daftar Lengkap 54 Emiten Terbaru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas daftar saham dengan Konsentrasi Kepemilikan Tinggi (HSC) menjadi 54 emiten per 5 Agustus 2026, setelah penambahan tiga saham baru. Tiga saham baru tersebut adalah PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dengan konsentrasi 99,32%, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) 99,32%, dan PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) 95,45%. Penambahan ini dilakukan melalui evaluasi terbaru, dengan jumlah emiten HSC yang terus bertambah sejak pengumuman perdana pada 3 April 2026 yang mencakup 10 perusahaan.
HSC merupakan kategori saham di mana mayoritas kepemilikan dikuasai oleh satu pihak atau kelompok terafiliasi, sehingga jumlah saham yang beredar di publik relatif terbatas. Saham dengan konsentrasi tinggi dinilai memiliki risiko lebih besar karena kendali harga dan likuiditas berada di tangan segelintir pihak, bukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar, yang dapat membatasi volume transaksi dan menyulitkan investor saat menjual saham.
Informasi ini dipublikasikan sebagai bagian dari upaya BEI untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di pasar modal. Daftar lengkap 54 saham HSC terbaru tersedia di laman resmi BEI, mencakup berbagai sektor dari perbankan hingga properti.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 06.16
IHSG Diproyeksi Cerah Jelang Akhir Pekan
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 09.29
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.254, Transaksi Awal Cetak Rp347 Miliar
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 16.38
IHSG Berotot ke 6.409 Akhiri Pekan Ini, 355 Saham Hijau
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.46
Cek Rekomendasi Saham Saat IHSG Melemah
Berita terkait
BEI Tambah Saham HSC, Ini Daftar Lengkap 53 Emiten Terbaru
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.20
IHSG Menguat 2,78% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Paling Cuan dan Boncos
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 14.54
BEI Tambah Saham HSC, Ini Daftar Lengkap 55 Emiten Terbaru
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 17.20
Seluk Beluk ETF Emas, Cara Beli hingga Risikonya
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.00