Belanja Pemerintah Pusat 2027 Naik Jadi Rp 3.362 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
Pemerintah alokasikan belanja pemerintah pusat (BPP) dalam RAPBN 2027 sebesar Rp 3.362,2 triliun, naik 3,6% dari outlook 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan belanja tetap ekspansif untuk menciptakan belanja berkualitas, mendukung pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Belanja pusat akan diarahkan untuk pencapaian target pembangunan nasional, optimalisasi kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penurunan kemiskinan berbasis data.
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional 6% pada 2027, lebih tinggi dari 5,4% pada APBN 2026. Pendapatan negara direncanakan Rp 3.426 triliun, belanja negara Rp 4.097,2 triliun, dengan defisit anggaran Rp 671,2 triliun atau 2,4% dari PDB. Kombinasi pertumbuhan yang lebih tinggi, inflasi terkendali, dan defisit yang lebih rendah menjadi fokus kebijakan fiskal.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan asumsi dasar ekonomi makro sebagai acuan penyusunan RAPBN 2027 dalam pidatonya. Arsitektur RAPBN 2027 diharapkan mempercepat pembangunan nasional, menjaga daya beli masyarakat, dan meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.32
SBY: Target Pertumbuhan 6% Ambisius, Tapi Bukan Berarti Tidak Bisa
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 21.48
Purbaya Tetapkan Syarat Pengenaan Pajak Baru Tahun Depan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.31
Defisit di Bawah 3 Persen Terjaga
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 17.18
Daftar lengkap asumsi makro dan target pembangunan RAPBN 2027
Berita terkait
Prabowo Beberkan Asumsi Makro Ekonomi RI 2027, Targetkan Pertumbuhan 6 Persen
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.01
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp 650 Triliun pada 2027
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.05
Menafsir Deviden Kemerdekaan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 13.25