Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Defisit di Bawah 3 Persen Terjaga

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk 2027 dengan target penerimaan negara mencapai Rp3.426 triliun, naik 8,6% dari APBN 2026. Belanja negara ditargetkan sebesar Rp4.097,2 triliun, meningkat dari Rp3.842,7 triliun pada tahun sebelumnya. Defisit pemerintah direncanakan turun menjadi 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan 2,68% pada APBN 2026.

Dipo Satria Ramli dari EKONOM Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia menyampaikan apresiasinya atas kebijakan pemerintah yang menjaga defisit di bawah 3%. Ia menyebutkan bahwa belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun merupakan langkah yang agresif, terutama mengingat banyak negara OECD yang lebih berhati-hati dalam belanja fiskal. Dipo juga menyoroti program-program belanja tidak langsung seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya kurang efektif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pengendalian subsidi BBM Pertalite akan dilakukan secara bertahap dan menyasar kelompok masyarakat dengan desil 9 dan 10. Pemerintah juga bersama Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sepakat memperkuat investasi jalan tol melalui pembiayaan swasta untuk mengurangi ketergantungan pada APBN dan menjamin kepastian hukum. Belanja pemerintah mencatat pertumbuhan sebesar 18,2% dengan fokus pada menjaga daya beli masyarakat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait