BI: Indonesia berpeluang jadi pemasok produk syariah global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan Indonesia berpeluang memperkuat posisinya sebagai pemasok produk ekonomi syariah global. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa besarnya populasi Muslim dunia, yang mencapai sekitar dua miliar orang, serta penerimaan masyarakat non-Muslim terhadap produk berbasis nilai syariah, membuka ruang bagi Indonesia untuk memperluas pasar produknya hingga tingkat global. Nilai rantai pasok halal global diperkirakan mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2025 dan terus berkembang.
Indonesia saat ini berada di peringkat keempat secara global dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Beberapa sektor unggulan Indonesia meliputi makanan halal (peringkat ketiga), pariwisata halal (peringkat keenam), keuangan syariah (peringkat ketujuh), farmasi dan kosmetik halal (peringkat keempat), serta media dan rekreasi bertema syariah (peringkat ketiga).
Meskipun memiliki basis produk yang kuat, Destry menekankan perlunya penguatan sektor keuangan syariah agar Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara lain seperti Thailand dan Filipina yang juga bersaing untuk menjadi pusat keuangan syariah di kawasan ASEAN. Penguatan ini diperlukan untuk mendukung ekspansi produksi, pembiayaan, dan akses pasar agar berkembang sejalan dengan permintaan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 September 2026 pukul 17.33
BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Berita terkait
BI perkuat rantai nilai halal Indonesia agar berdaya saing global
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 22.16
BI nilai Indonesia perlu perkuat keuangan syariah agar tak tertinggal
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 20.54
BI sebut nilai ekonomi syariah semakin relevan secara global
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 20.10
BI: Jatim punya modal besar perkuat ekonomi syariah nasional
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 18.52