BI pastikan uang primer terjaga tumbuh di level double digit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menyatakan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan uang primer (M0) tetap berada di level double digit. Pada Juli 2026, M0 tumbuh 18,3 persen secara tahunan, didorong oleh kenaikan giro bank umum di BI sebesar 22,4 persen dan uang kartal sebesar 15,1 persen. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh operasi moneter BI dan ekspansi operasi keuangan pemerintah.
Sejalan dengan kebijakan moneter, uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2026 tumbuh 8,7 persen, dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih pemerintah. BI juga melaporkan kredit perbankan tumbuh 13,58 persen pada Juli 2026, naik dari 12,67 persen pada Juni sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh kebijakan makroprudensial longgar melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank mencapai Rp446,5 triliun, dengan alokasi pada financing channel Rp368,4 triliun, interest rate channel Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel Rp4,9 triliun. BI menyatakan akan terus memastikan kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.40
Uang Primer Tumbuh Subur, BI Komitmen Jaga Kecukupan Likuiditas Pasar
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.22
BI Catat Kredit Bank Tumbuh 13,58% pada Juli 2026
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.45
BI: Uang Beredar M2 Juli 2026 Tumbuh 8,3 Persen Capai Rp10.371,1 Triliun
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.10
Jumlah Uang Beredar di Indonesia Capai Rp 10.371,1 T Per Juli 2026
Berita terkait
Sistem Keuangan Indonesia Kuat, BI Dorong Kredit Tumbuh 12%
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 11.45
Uang Primer Juli 2026 Tembus Rp 2.254,5 Triliun, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
BI Catat Uang Beredar Capai Rp 10.448 Triliun, Efek Kredit Tumbuh Pesat
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.45
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.548 Triliun, Ini Biang Keroknya
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.13