Sistem Keuangan Indonesia Kuat, BI Dorong Kredit Tumbuh 12%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348489/original/021377600_1789446820-Cover-sp_2818726_.jpeg)
Bank Indonesia (BI) menilai sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan resilien di tengah ketidakpastian global. Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menjelaskan hal ini melalui prinsip RESILIENSI yang meliputi responsivitas, sinergi, kelenturan, dan kesiagaan. BI terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial yang longgar serta menjalankan program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor produktif. Dengan demikian, BI optimis penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan pada 2026 dapat tumbuh 8-12 persen.
Kondisi perbankan pada semester I 2026 juga menunjukkan sistem yang solid. Berdasarkan Kajian Stabilitas Keuangan No. 47, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan mencapai 23,70 persen pada Juni 2026, sementara risiko kredit tetap rendah dengan NPL sebesar 2,09 persen bruto dan 0,82 persen neto. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai, memberikan ruang bagi perbankan untuk meningkatkan intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
BI berharap KSK No. 47 yang bertema "Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi" dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Penerbitan kajian ini juga diharapkan membangun ekspektasi positif dunia usaha terhadap sistem keuangan yang dinilai memiliki daya tahan sekaligus ruang untuk tumbuh lebih tinggi.
Bagikan
Berita terkait
BI pastikan uang primer terjaga tumbuh di level double digit
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.02
BI Ancang-ancang Warga RI Rajin Tarik Kredit Dibanding Nabung, Kenapa?
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.31
Destry: BI tak cukup andalkan moneter hadapi global yang kompleks
ANTARA News · 3 September 2026 pukul 17.06
BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 T, Kredit Harus Mengalir ke UMKM
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.00