Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Sistem Keuangan Indonesia Kuat, BI Dorong Kredit Tumbuh 12%

Bank Indonesia (BI) menilai sistem keuangan Indonesia tetap kuat dan resilien di tengah ketidakpastian global. Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro menjelaskan hal ini melalui prinsip RESILIENSI yang meliputi responsivitas, sinergi, kelenturan, dan kesiagaan. BI terus memperkuat bauran kebijakan makroprudensial yang longgar serta menjalankan program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor produktif. Dengan demikian, BI optimis penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan pada 2026 dapat tumbuh 8-12 persen.

Kondisi perbankan pada semester I 2026 juga menunjukkan sistem yang solid. Berdasarkan Kajian Stabilitas Keuangan No. 47, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan mencapai 23,70 persen pada Juni 2026, sementara risiko kredit tetap rendah dengan NPL sebesar 2,09 persen bruto dan 0,82 persen neto. Likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai, memberikan ruang bagi perbankan untuk meningkatkan intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

BI berharap KSK No. 47 yang bertema "Menjaga Resiliensi Sistem Keuangan, Memperkuat Momentum Pertumbuhan Ekonomi" dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Penerbitan kajian ini juga diharapkan membangun ekspektasi positif dunia usaha terhadap sistem keuangan yang dinilai memiliki daya tahan sekaligus ruang untuk tumbuh lebih tinggi.

Berita terkait