Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Terkapar ke Rp17.813 per USD, BI: Masih Sejalan dengan Pergerakan Mata Uang Kawasan

Rupiah melemah dan tercatat di Rp17.813 per USD, masih dinilai BI sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan. Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, dinamika rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kebutuhan valuta asing domestik. BI terus mengambil langkah proaktif di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental.

Tekanan pada rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian global, terutama eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia tetap tinggi di atas USD100 per barel. Hal ini memicu risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal. Selain faktor global, nilai tukar juga dipengaruhi oleh kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, BI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di pasar. Intervensi dilakukan secara konsisten melalui berbagai instrumen, termasuk Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait