BI Sudah Gelontorkan Insentif Rp 461,2 T untuk Dorong Kredit Perbankan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp 461,2 triliun hingga September 2026. Dana tersebut terbagi menjadi Rp 338,2 triliun melalui financing channel dan Rp 123 triliun untuk Pendalaman Pasar Uang (PPU) guna mendorong intermediasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan ini memicu kenaikan kredit perbankan yang tumbuh 13,65% (yoy) pada Agustus 2026, terutama didorong oleh kredit investasi (25,11% yoy), modal kerja (11,45% yoy), dan konsumsi (5,07% yoy). BI memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun 2026 tetap di kisaran 8%-12%.
Kondisi perbankan tetap stabil dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,84% per Juli 2026. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga rendah pada 2,10% bruto dan 0,81% neto, sementara rasio AL/DPK stabil di level 23,04% pada Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 20.45
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65 Persen, BI: Permintaan Makin Kuat
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 18.35
Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.48
BI Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Era Suku Bunga Tinggi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 17.20
Lawan Aset Amerika, BI Ungkap Strategi Gaet Modal Asing
Berita terkait
Kredit Perbankan Juli 2026 Tumbuh 13,58 Persen, BI Sebut Dampak Insentif KLM
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.02
Transaksi Mata Uang Lokal RI Tembus USD 49,4 Miliar hingga Agustus 2026
kumparan · 23 September 2026 pukul 21.00
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
Kredit Perbankan Naik Sebesar 13,65 %, BI Jelaskan Penyebabnya
JawaPos · 23 September 2026 pukul 17.00