Tahan BI Rate 5,75%, BI Fokus Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338660/original/000992000_1788337107-kom4.jpg)
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa BI tidak lagi hanya mengandalkan suku bunga, tetapi menggunakan bauran kebijakan yang mencakup kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, serta penguatan sektor UMKM dan ekonomi daerah.
Untuk menghadapi tekanan eksternal akibat tren suku bunga tinggi di Amerika Serikat (higher for longer), BI menerapkan kebijakan insentif berupa diskon biaya lindung nilai (hedging) melalui instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Strategi ini bertujuan menarik aliran modal asing (inflow) dengan memberikan potongan biaya yang lebih besar bagi investor yang menanamkan modal dalam jangka waktu lebih lama, sehingga ketersediaan valuta asing di pasar domestik meningkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 13.52
BI Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Pasar Global
JawaPos · 24 September 2026 pukul 07.45
Rupiah Diprediksi Melemah di Tengah Pertahanan BI Rate dan Pelunasan Utang BLBI
kumparan · 23 September 2026 pukul 17.02
BI Perbesar Insentif Hedging hingga 30 Persen untuk Stabilkan Rupiah
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.31
Rupiah Lesu ke Level Rp17.818 per Dolar AS Sore Ini
Berita terkait
Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
JawaPos · 1 September 2026 pukul 20.15
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
BI Rate Ditahan 5,75%, Pengusaha Lirik Peluang Ekspansi
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 17.30
BI Tahan Suku Bunga Acuan Pada Level 5,75%
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 15.55