BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% Demi Amankan Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan komoditas, serta kebijakan moneter AS. BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50%.
Dalam kuartal II-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% yoy, sedikit melambat dari 5,61% yoy pada kuartal I-2026. Inflasi IHK Juli 2026 turun menjadi 2,88% yoy, lebih rendah dari 3,34% yoy pada Juni 2026, dan inflasi inti stabil di 2,76% yoy. Penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,58% yoy pada Juli 2026. Rupiah menguat 0,78% per 18 Agustus 2026 menjadi Rp 17.855 per USD.
BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berkisar 4,9%-5,7%. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan keputusan konsisten dengan upaya menjaga inflasi dalam sasaran 2,5% ± 1% pada 2026-2027 serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Tekanan ekonomi global masih berlanjut dengan pertumbuhan dunia diproyeksikan 3% dan inflasi global 4,5% pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 15.39
Sah! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan Agustus 2026 di Level 5,75%
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.10
Rupiah Menguat ke Rp17.825 Usai BI Tahan Suku Bunga
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.40
BI: Prospek ekonomi global masih lemah, ketidakpastian tetap tinggi
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.29
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah-Dorong Ekonomi
Berita terkait
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51
Bank Indonesia Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuan pada RDG Siang Ini
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 09.40
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
Rupiah Diprediksi Sentuh Rp 17.500-18.000 per Dolar AS pada Akhir 2026
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.17