BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan insentif likuiditas melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp461,2 triliun hingga pekan pertama September 2026. Jumlah ini meningkat dari posisi Agustus 2026 yang tercatat sebesar Rp446,5 triliun. Total likuiditas tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu Rp338,2 triliun untuk mendorong pembiayaan dan Rp123 triliun untuk pendalaman pasar uang.
Sejak 1 September 2026, BI menerapkan skema baru yang lebih selektif dalam penyaluran insentif dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan portofolio masing-masing bank. Langkah ini bertujuan memastikan dana KLM digunakan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan pada sektor prioritas dan produktif, serta mencegah penggunaan dana hanya untuk menambah kepemilikan surat-surat berharga (SSB).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.33
OJK awasi bank yang punya "buffer" likuiditas relatif terbatas
JawaPos · 23 September 2026 pukul 17.00
Transaksi Menggunakan QRIS Tembus 67 Persen
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
Berita terkait
BI Kembalikan Dana ke Perbankan Rp 440 T, Ini Alasannya
Detik.com · 14 September 2026 pukul 13.03
Kredit Bank Rp2.548 Triliun Belum Dipakai, OJK Ungkap Alasannya
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 12.58
OJK: Perbankan optimis pada triwulan III 2026 di tengah ketidakpastian
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 18.50
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2026 Tumbuh 5,4%
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.15