BI Ungkap Banyak Perbankan Cenderung Berinvestasi di SRBI dan SBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa banyak perbankan cenderung mengalokasikan likuiditas ke instrumen seperti SRBI dan SBN, bukan untuk kredit. Outstanding SRBI turun dari Rp 1.100 triliun ke Rp 1.050 triliun, imbal hasil SRBI dipangkas dari 7,6% ke 7% atau 6,99%. BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan alokasi maksimal 6 persen: 4 persen untuk pembiayaan ke sektor strategis, UMKM, dan 2 persen untuk mengatasi segmentasi likuiditas bank yang berada di bawah 19 persen dari DPK.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.18
Bank Indonesia Borong SBN Rp236,7 Triliun hingga Agustus 2026
Berita terkait
Per Hari Ini Bank Tumpuk SBN Tak Dapat Tambahan Insentif Likuiditas BI
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 08.20
BI: Yield SRBI tenor panjang melandai ke 7 persen di lelang pekan ini
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 19.46
BI Serap Rp24 T dari Hasil Lelang SRBI, Imbal Hasil Turun
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.13
BI Genjot Penyaluran Kredit Lewat Insentif KLM, Sektor Ini Jadi Sasaran
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.35