Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Ungkap Riset Bank Sentral Perlu Soroti 4 Agenda Prioritas

Pada tanggal 31 Juli 2026, Bank Indonesia membuka Konferensi Internasional ke-20 Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) di Bali dengan tema "Central Banking at the Crossroads of Geoeconomic Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks." Pejabat Gubernur Sementara Destry Damayanti menyatakan bahwa penelitian bank sentral harus fokus pada empat agenda prioritas: (1) memperkuat pemahaman tentang transmisi kebijakan moneter di tengah fragmentasi geoekonomi; (2) memperdalam analisis keuangan digital dan implikasi pembayaran digital, kecerdasan buatan, fintech, aset kripto, serta mata uang digital terhadap kebijakan moneter; (3) mengembangkan pengukuran risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial untuk mengantisipasi risiko siber, iklim, likuiditas, dan lintas negara; dan (4) memperkuat kredibilitas kelembagaan dan komunikasi kebijakan untuk menjaga kepercayaan publik. Destry menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan perlunya koordinasi yang kuat untuk mengatasi trilema kebijakan antara stabilitas nilai tukar, mobilitas modal, dan independensi moneter. Konferensi ini mengumpulkan 354 makalah dari 34 negara, mempertemukan peneliti, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan rekomendasi yang relevan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait